Tugas Makalah
Revolusi
Industri

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar
Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK)
ANNISA RAMADHANTI
61.5A.07
NIM : 61170153
Program Studi Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Bina Sarana Informatika
Jakarta
2019
Daftar
Isi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Revolusi Industri
2.2 Sebab-sebab terjadinya Revolusi Industri
2.3 Perkembangan Revolusi Industri
2.4 Para Penemu dan Hasil Temuannya
2.5 Dampak Revolusi Industri
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Revolusi industri
merupakan suatu perubahan besar dibidang teknologi yang menyebabkan perubahan
di bidang lainnya. Pada era sebelum
revolusi industri terjadi, dunia berada pada periode dengan perubahan yang
sangat lambat dan nyaris tak terlihat dibidang teknologi dan perdagangan. Beberapa perubahan kecil hanya terjadi
hanya jumlah produksi per kapita. Perubahan ini hanya berakibat pada
meningkatnya populasi penduduk tanpa mengubah standar dan gaya hidup. Ini
hampir terjadi seluruh bagian dunia.
Sejarah revolusi
industri adalah sebuah proses ketika, untuk pertama kalinya kehidupan manusia,
sebuah negara mematahkan teori Malthusian trap dengan membuat
perubahan besar pada produktivitas per kapita. Hal ini menghasilkan kemajuan
pesat dibidang teknologi, dan lambat laun mengubah standar hidup penduduk
secara signifikan.
Pada tahun 1760,
dimulailah sejarah revolusi industri. Saat itu manusia menggunakan tenaga air,
angin, dan uap dibandingkan dengan tenaga manusia. Populasi inggris saat itu
sekitar 7 juta jiwa. Pertanda pertama terjadinya revolusi terdapat pada gerakan
enclosure yang terjadi sejak abad ke-16 dan mencapai puncaknya pada tahun 1760
sampai 1832.
Revolusi Industri
merupakan momentum perubahan radikal struktur masyarakat agraris ke masyarakat
industri. Revolusi Industri ini ditandai dengan perubahan penggunaan sarana
produksi, dari tenaga manusia ke tenaga mesin.
Apapun penyebab
besarnya, penemuan-penemuan (terutama dibidang pabrik tekstil) mulai dihailkan
oleh para penemu dan ini telah meningkatkan produktivitas pekerja. Beberapa
waktu kemudian, tepatnya pada tahun 1776, James Watt menciptakan teknologi
mesin uap. Mesin uap mampu menghasilkan daya secara lebih efisien dibidang
apapun, ini lantas memicu berbagai penemuan berbagai peralatan bermesin.
Peralatan bermesin
inilah yang secara signifikan meningkatkan produksi pabrik-pabrik tekstil. Di
bidang lain, penggunaan mesin uap mampu merevolusi transportasi massa dan
barang dengan diciptakanya jalur kereta api dan kapal api (uap).
1.2 Rumusan
Masalah
Dari latar belakang di atas, masalah-masalah
akan dibahas adalah sebagai berikut.
1. Apa pengertian Revolusi Industri ?
2. Apa saja sebab-sebab terjadinya Revolusi Industri ?
3. Bagaimana perkembangan Revolusi Industri hingga saat
ini ?
4. Apa saja teknologi baru yang ditemukan dimasa Revolusi
Industri ?
5. Apa saja Dampak Revolusi Indusri ?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan
yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mampu mengetahui pengertian Revolusi Industri.
2. Mampu mengetahui sebab-sebab pasti Revolusi Industri.
3. Mampu mengetahui perkembangan yang terjadi mengenai
Revolusi Industri.
4. Mampu Mengenali beberapa tokoh penemu-penemu di masa
Revolusi Industri.
5. Dapat memahami dampak positif dan negative dari
Revolusi Industri.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Revolusi Industri
Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung
secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di
dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa
direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui
kekerasan. Sedangkan pengertian Revolusi Industri yaitu
perubahan yang cepat di bidang ekonomi yaitu dari kegiatan ekonomi agraris ke
ekonomi industri yang menggunakan mesin dalam mengolah bahan mentah menjadi bahan
siap pakai.
Revolusi Industri mengacu pada dua hal. Pertama, adalah
perubahan cepat dalam teknologi pembuatan barang-barang. Kedua, adalah
perubahan dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dunia. Pada pengertian
pertama dapat dikatakan bahwa revolusi industry telah merubah proses dan cara
kerja manusia dalam menghasilkan suatu barang. Sebelumnya pembuatan
barang-barang dilakukan secara manual dengan hanya menggunakan tangan dan kaki
manusia, sedangkan pasca revolusi industry pembuatan barang-barang menggunakan
bantuan alat-alat mekanik dan otomatis. Pembuatan barang-barang yang pada
awalnya hanya mengandalkan kecepatan tangan dan kaki mengalami perubahan pasca
revolusi industri. Tenaga manusianya sedikit diperlukan karena proses
pengerjaan lebih banyak dilakukan oleh alat-alat yang bekerja secara otomatis
dan digerakkan oleh tenaga mesin. Hasilnya pun akan sangat berbeda. Secara
manual hanya dihasilkan barang dalam jumlah sedikit dan lama, sedangkan dengan
bantuan mesin, barangbarang yang dihasilkan pun akan lebih banyak dan prosesnya
cepat. Pengertian kedua yaitu perubahan dalam bidang sosial dan ekonomi
berkaitan dengan terjadinya perubahan yang besar dan cepat dari pola ekonomi
agraris menjadi pola ekonomi industri. Pada masa sebelum berkembangnya revolusi
industri, mata pencaharian yang umumnya berkembang di masyarakat adalah
pertanian. Tentu saja hal ini akan menghasilkan budaya masyarakat pertanian.
Pasca revolusi industri, mata pencaharian masyarakat semakin beragam dan lebih
banyak berada pada sektor industri. Kegiatan produksi yang dilakukan pada masa
sebelum dikenalnya revolusi industri lebih bersifat industri rumahan. Di Eropa dikenal dengan istilah gilda yang merujuk pada
suatu bengkel kerja atau tempat usaha pembuatan barang-barang. Umumnya
barang-barang yang dibuat di gilda tersebut adalah alat-alat
pertanian dan rumah tangga. Setiap gildahanya membuat satu jenis
barang saja, sehingga dikenal berbagai macam gilda, misalnya gilda tas, gilda sepatu, gilda kursi,
dan sebagainya. Gilda baru akan bekerja bila ada
pemesanan dari masyarakat. Biasanya pemesannya adalah kelompok masyarakat kelas
atas, sebab harga-hargabarang yang dijual gilda sangat mahal
sehingga tidak terjangkau oleh masyarakat banyak.
Istilah revolusi industri
diperkenalkan untuk pertama kalinya oleh FriedrichEngels dan Louis-Auguste
Blanqui pada pertengahan abad ke-19. Tidak jelas penanggalan secara
pasti tentang kapan dimulainya revolusi industri. Tetapi T.S.
Ashton mencatat permulaan revolusi industri terjadi kira-kira antara
tahun 1760-1830. Revolusi ini kemudian terus berkembang dan mengalami puncaknya
pada pertengahan abad ke-19 , sekitar tahun 1850, ketika kemajuan teknologi dan
ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan mesin tenaga-uap, rel, dan
kemudian di akhir abad tersebut berkembang mesin kombusi dalam serta mesin
pembangkit tenaga listrik.
2.2 Sebab-sebab terjadinya Revolusi Industri
Revolusi Industri untuk kali pertamanya muncul di Inggris. Adapun
faktor-faktornya yang menyebabkannya adalah sebagai berikut:
1. Situasi politik yang stabil.
Adanya Revolusi Agung tahun 1688 yang mengharuskan
raja bersumpah setia kepada Bill of Right
sehingga
raja tunduk kepada undang-undang dan hanya menarik pajak berdasarkan atas
persejutuan parlemen.
2.
Inggris kaya
bahan tambang, seperti batu
bara, biji besi, timah, dan kaolin. Di samping itu, wol juga yang
sangat menunjang industri tekstil.
3.
Adanya
penemuan baru di bidang teknologi yang dapat mempermudah cara kerja dan
meningkatkan hasil produksi, misalnya alat-alat pemintal, mesin tenun, mesin uap, dan sebagainya.
4.
Kemakmuran
Inggris akibat majunya pelayaran dan perdagangan sehingga dapat menyediakan
modal yang besar untuk bidang usaha. Di samping itu, di Inggris juga tersedia
bahan mentah yang cukup karena Inggris mempunyai banyak daerah jajahan yang
menghasilkan bahan mentah tersebut.
5.
Pemerintah
memberikan perlindungan hukum terhadap hasil-hasil penemuan baru (hak paten)
sehingga mendorong kegiatan penelitian ilmiah. Lebih-lebih setelah dibentuknya
lembaga ilmiah Royal Society for Improving Natural Knowledge maka perkembangan
teknologi dan industri bertambah maju.
6.
Arus urbanisasi
yang besar akibat Revolusi Agraria di pedesaan mendorong
pemerintah Inggris untuk membuka industri yang lebih banyak agar dapat
menampung mereka.
2.3 Perkembangan
Revolusi Industri
1.
Revolusi
Industri I Revolusi Industri I dimulai dari ditemukannya Mesin Uap oleh James
Watt pada tahun 1764. Temuan ini berdampak pada pekerjaan-pekerjaan dalam
pembuatan produk yang biasanya dilakukan oleh tenaga hewan dan kekuatan
manusia, yang diperlengkapi dengan peralatan sederhana, kemudian beralih
menggunakan mesin bertenaga uap. Hasilnya, barang-barang dapat diproduksi dalam
waktu yang relatif singkat sehingga jumlahnya melimpah dengan harga murah.
Revolusi Industri I membawa peralihan dari perekonomian berbasis pertanian
menjadi perekonomian berbasis industri. Hal ini menandai dimulainya Era
Mekanisasi.
2. Revolusi
Industri II Revolusi Industri 2.0 diawali dari hasil penelitian yang dilakukan
oleh Faraday & Maxwell sehubungan penggabungan kekuatan antara sistem
magnetik dengan sistem elektrik yang menggerakan mesin proses produksi serta
ditemukannya ban berjalan yang digunakan dalam proses perakitan di berbagai
industri, sehingga dapat menghasilkan produk dalam jumlah besar (mass
production). Lahirlah Era Elektrik.
3. Revolusi Industri III Revolusi Industri 3.0
dimulai dari temuan internet dan komputer yang mempengaruhi pola komunikasi dan
peredaran informasi di masyarakat. Juga temuan robot yang menggantikan tenaga
kerja manusia dalam proses perakitan namun masih dikontrol oleh human
operators. Dengan demikian, bergeser ke era otomatisasi.
4. Revolusi
Industri IV Revolusi Industri 4.0 terjadi ketika robot yang terkoneksi dengan
sistem komputer, diperlengkapi dengan machine learning algorithms yang dapat
belajar dan mengontrol robot itu sendiri tanpa input dari human operators yang
dikenal dengan istilah artificial intellegence (AI). Lebih jauh, AI dihubungkan
dengan internet based society. Pada dasarnya, revolusi industri 4.0 merupakan
penyatuan dunia online dengan industri produksi, sehingga merupakan revolusi
industri digital. Revolusi industri 4.0 dalam dunia bisnis berdampak pada
pekerjaan di masyarakat dan posisi dalam organisasi yang ada pada hari ini,
yang tidak akan ada lagi dalam 50 tahun ke depan.
2.4 Para Penemu dan Hasil Temuannya
Ada beberapa nama penemu yang mendorong lahirnya revolusi industri
di negara-negara lain seperti yang terlihat pada tabel berikut :
Tahun Penemuan
|
Nama Penemu
|
Hasil Temuannya
|
1733
|
John Key
|
Mesin
Tenun (flying shuttle)
|
1763
|
James
Hargraves
|
Alat
Pemintal (spinning jenny)
|
1769
|
Richard
Arkwright
|
Alat tenun
otomatis
|
1769
|
Nichoas
Josep Cugnot
|
Mobil
bermesin uap
|
1770-1790
|
Benjamin
Franklin
|
Percobaan
listrik
|
Luigi
Galvani
|
Kekuatan
listrik
|
|
Alessandro
Volta
|
volt digunakan Sebagai
satuan ukuran unit
|
|
Andre
Ampere
|
Alat ukur
arus listrik ( ampere digunakan sebagai satuan arus listrik )
|
|
1804
|
Richard
Trevithick
|
Kereta api
bertenaga uap
|
1807
|
Robert
Fulton
|
Kapal uap
|
1837
|
Samuel
Morse
|
Pesawat
telegram
|
1876
|
AlexanderGraham
Bell
|
Pesawat
telephone
|
1895
|
Guglielmo
Marconi
|
Pesawat
telegraf tanpa kawat
|
1879
|
Thomas
Alva Edison
|
Lampu
pijar
|
1839
|
Charles
Goodyear
|
Ban manvulkanisir
|
1851
|
Isaac
Merrit Singer
|
Hak paten
mesin jahit
|
2.5 Dampak
Revolusi Industri
1. Akibat di bidang ekonomi
· Barang melimpah dan harga murah
Revolusi Industri telah menimbulkan usaha industri dan pabrik secara
besar-besaran dengan proses mekanisasi. Dengan demikian, dalam waktu singkat
dapat menghasilkan barang-barang yang melimpah. Produk barang menjadi berlipat
ganda sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas. Akibat
pembuatan barang menjadi cepat, mudah, serta dalam jumlah yang banyak sehingga
harga menjadi lebih murah.
· Perusahaan Kecil Gulung Tikar
Dengan penggunaan mesin-mesin maka biaya produksi menjadi relatif kecil
sehingga harga barang-barang pun relatif lebih murah. Hal ini membawa akibat
perusahaan tradisional terancam dan gulung tikar karena tidak mampu bersaing.
· Perdagangan makin Berkembang
Berkat peralatan perhubungan yang modern, cepat dan murah, produksi lokal
berubah menjadi produksi internasional. Pelayaran dan perdagangan internasional
makin berkembang pesat.
· Transportasi makin Lancar
Adanya penemuan di berbagai sarana dan prasarana transportasi makin
sempurna dan lancar. Dengan demikian, dinamika kehidupan masyarakat makin
meningkat.
2.
Akibat di
bidang sosial
· Berkembangnya urbanisasi
Berkembangnya industrialisasi telah menimbulkan kota-kota dan pusat-pusat
keramaian yang baru. Oleh karena kota dengan kegiatan industrinya tampaknya
menjanjikan kehidupan yang lebih layak maka banyak petani desa pergi ke kota
untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini mengakibatkan terabaikannya usaha kegiatan
pertanian.
· Upah buruh rendah
Akibat makin meningkatnya arus urbanisasi ke kota-kota industri maka jumlah tenaga makin
melimpah. Sementara itu, pabrik-pabrik banyak yang menggunakan tenaga mesin.
Dengan demikian, upah tenaga kerja menjadi murah. Selain itu, jaminan sosial
pun kurang sehingga kehidupan mereka menjadi susah. Bahkan, para pengusaha
banyak memilih tenaga buruh wanita dan anak-anak yang upahnya lebih murah.
· Munculnya golongan pengusaha dan golongan buruh
Di dalam kegiatan industrialisasi dikenal adanya kelompok pekerja (buruh)
dan kelompok pengusaha (majikan) yang memiliki industri atau pabrik. Dengan
demikian, dalam masyarakat timbul golongan baru, yakni golongan pengusaha (kaum
kapitalis) yang hidup penuh kemewahan dan golongan buruh yang hidup dalam
kemiskinan.
· Adanya kesenjangan antara majikan dan buruh
Dengan munculnya golongan pengusaha yang hidup mewah dan satu pihak,
sedangkan di pihak lain adanya golongan buruh yang hidup menderita, menimbulkan
kesenjangan antara majikan dan buruh. Kondisi seperti ini, sering menimbulkan
ketegangan-ketegangan yang diikuti dengan pemogokan kerja untuk menuntut
perbaikan nasib. Hal ini menimbulkan kebencian terhadap sistem ekonomi
kapitalis, sehingga kaum buruh condong kepada paham sosialis.
· Munculnya revolusi sosial
Pada tahun 1820-an terjadi huru hara yang ditimbulkan oleh penduduk kota
yang miskin dengan didukung oleh kaum buruh. Gerakan sosial ini menuntut adanya
perbaikan nasib rakyat dan buruh. Akibatnya, pemerintah mengeluarkan
undang-undang yang menjamin perbaikan nasib kaum buruh dan orang miskin.
Undang-undang tersebut, antara lain sebagai berikut:
1)
Tahun 1832 dikeluarkan Reform Bill atau Undang-Undang Pembaharuan Pemilihan. Menurut undang-undang ini,
kaum buruh mendapatkan hak-hak perwakilan dalam parlemen.
2)
Tahun 1833 dikeluarkan Factory Act atau Undang-Undang Pabrik. Menurut undang-undang ini, kaum buruh
mendapatkan jaminan sosial. Di samping itu, undang-undang juga berisi larangan
pengunaan tenaga kerja kanak-kanak dan wanita di daerah tambang di bawah tanah.
3)
Tahun 1834 dikeluarkan Poor
Law Act atau Undang-Undang Fakir Miskin. Oleh karena itu, didirikan
pusat-pusat penampungan dan perawatan para fakir miskin sehingga tidak
berkeliaran.
4)
Makin kuatnya sifat
individualisme dan menipisnya rasa solidaritas. Dengan adanya Revolusi Industri
sifat individualitas makin kuat karena terpengaruh oleh sistem ekonomi industri
yang serba uang. Sebaliknya, makin menipisnya rasa solidaritas dan
kekeluargaan.
3. Akibat di bidang politik
· Munculnya gerakan sosialis
Kaum buruh yang diperlakukan tidak adil oleh kaum pengusaha mulai bergerak
menyusun kekuatan untuk memperbaiki nasib mereka. Mereka kemudian membentuk
organisasi yang lazim disebut gerakan sosialis. Gerakan sosialis dimotivasi
oleh pemikiran Thomas Marus yang
menulis buku Otopia. Tokoh yang paling populer di dalam pemikiran dan penggerak
paham sosialis adalah Karl Marxdengan bukunya Das Kapital.
· Munculnya
partai politik
Dalam upaya memperjuangkan nasibnya maka kaum buruh terus menggalang
persatuan. Apalagi dengan makin kuatnya kedudukan kaum buruh di parlemen
mendorong dibentuknya suatu wadah perjuangan politik, yakni Labour Party (Partai Buruh).
Partai ini berhaluan sosialis. Di pihak pengusaha mengabungkan diri ke dalam
Partai Liberal.
· Munculnya imperialisme modern
Kaum pengusaha/kapitalis umumnya mempunyai pengaruh yang kuat dalam
pemerintahan untuk melakukan imperialisme demi kelangsungan industrialisasinya.
Dengan demikian, lahirlah imperialisme modern, yaitu perluasan daerah-daerah
sebagai tempat pemasaran hasil industri, mencari bahan mentah, penanaman modal
yang surplus, dan tempat mendapatkan tenaga buruh yang murah. Dalam hal ini
Inggris-lah yang menjadi pelopornya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Revolusi industri telah memberikan
pengaruh yang besar bagi perkembangan kehidupan masyarakat Inggris maupun
masyarakat di dunia. Revolusi industri menghasilkan cara-cara menggunakan
metode-metode produksi dan pola-pola baru dalam kehiduoan ekonomi dan memberikan
beberapa perubahan dalam industri barang dan dalam perdagangan.
Hal ini memberikan dampak positif
dan negatif bagi masyarakat. Berbagai perusahaan yang dihasilkan oleh proses
industrialisasi berpengaruh bagi perkembangan transportasi, komunikasi dan
perdagangan. Meskipun kekayaan yang besar telah dihasilkan namun distribusi
kekayaan tidak dapat dicapai secara merata dan terjadi kesenjangan sosial.
Masyarakat yang hidup di kawasan industri menghadapi berbagai problem seperti
polusi, kemacetan, kebisingan, dan perkampungan kumuh. Dengan revolusi industri
maka zaman mesin telah dimulai. Irama mesin telah mengubah corak kehidupan
dunia kita sampai saat ini.
3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan dan realitas perkembangan
seperti sekarang ini, maka mayarakat Indonesia harus dapat mencintai produk
atau produksi dalam negeri sebagai suatu wujud apresiasi terhadap perkembangan
teknologi Indonesia. Hal ini merupakan suatu langkah maju dari suatu revolusi
yang panjang sehingga akan menciptakan revolusi-revolusi baru pada masa yang
akan datang. Dan juga dilihat dari dampak dalam pergantian tenaga kerja manusia
beralih menjadi mesin berakibat banyaknya terjadi pengangguran diharapkan agar
masyarakat Indonesia membuka lapangan kerjanya sendiri untuk mengurangi
pengangguran yang diakibatkan dari Revolusi Industri.
Daftar Pustaka
Komentar
Posting Komentar